Tampilkan postingan dengan label Cerita Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Anak. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Desember 2009

Mobil Hybrid yang irit bahan bakar

Mobil Hybrid yang irit bahan bakar
Mobil Hybrid adalah kendaraan yang menggunakan 2 sumber daya yaitu bensin dan baterai isi ulang.
Biasanya mesin dibuat lebih kecil dari mobil-mobil yang ada saat ini untuk menghemat 99% waktu perjalanan pada saat tidak melalui tanjakan atau sedang “ngebut”. Pada saat mobil berhenti seperti lampu merah maka secara otomatis mesin yang menggunakan bensin akan mati dan digantikan dengan mesin yang menggunakan baterai isi ulang tersebut. Mobil dibuat lebih ringan dan aerodinamis sehingga dapat lebih meringankan kerja mesin mobil yang menggunakan baterai
Pro dan kontra:- Mengurangi polusi karena dengan pemakaian baterai isu ulang, gas emisi yang dikeluarkan adalah nol.- Tentu saja lebih irit bahan bakar dan bisa dibayangkan dengan kondisi di Jakarta yang tidak pernah tidak macet, berapa banyak “uang bensin” yang bisa dapat anda hemat?- Untuk anda yang menyukai “kebut-kebutan” mungkin mobil Hybrid bukan pilihan ideal anda. – Harus menyishikan waktu anda untuk mengisi ulang baterai mobil.- Keterbatasan jarak tempuh mengingat mobil Hybrid menggunakan baterai isi ulang.

Cegah perubahan iklim

Cegah perubahan iklim
Salah satu isu yang masih hangat pada 2008 ini adalah perubahan iklim. Bergulirnya isu tersebut membuat orang di dunia berbondong-bondong memperbaiki gaya hidupnya.Perubahan iklim telah menyebabkan kerusakan alam yang miris, seperti mencairnya es-es abadi di Kutub Utara. Sejumlah ahli di dunia bahkan memprediksi lapisan es abadi di Kutub Utara mungkin hilang sama sekali tahun ini.
Jika kondisi tersebut benar-benar terjadi, kenaikan muka air laut akibat pencairan es besar-besaran tidak dapat dicegah. Banjir mengancam kawasan pesisir seluruh dunia. Kenaikan suhu atmosfer juga ditengarai memicu badai makin sering dan kuat sehingga meningkatkan risiko ancaman kerusakan.
Untuk mencegah hal tersebut bisa dilakukan dengan sederhana asal disadari semua orang. Pakar iklim dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), salah satu badan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), Rajendra Pachauri, berhasil menemukan hal yang sangat sederhana untuk memperlambat efek perubahan iklim di dunia.
Menurut dia, mengurangi konsumsi daging dapat mereduksi efek tersebut. Dia mengatakan setiap orang harus rela meluangkan satu hari dalam seminggu, hidup tanpa asupan daging.
“Jangan makan daging satu hari dalam satu minggu secara rutin, itu akan mereduksi efek tersebut,” ujarnya. Pria vegetarian berusia 68 tahun itu menuturkan diet ini sangat penting karena akan mengurangi jumlah ternak.
Sebab, menurut Badan Pangan Dunia (FAO), usaha peternakan menyumbang emisi gas rumah kaca secara langsung sebesar 18 persen dari proses pengolahan hingga pemotongan serta gas buang ternak yang mengandung methan. Pengendalian ternak bakal memberikan dampak signifikan. (arien novarian)

Robot berotak biologis pertama di dunia

Robot berotak biologis pertama di dunia

Guru Besar Bidang Cybernetics dari Universitas Reading, Inggris, Kevin Warwick, tak dapat menyembunyikan rasa bangganya. Robot berotak biologis dari syaraf (neuron) tikus sejauh ini memberi harapan. Gordon, demikian nama robot itu, merupakan robot berotak biologis pertama di dunia.
Gordon dijejali puluhan elektroda untuk menangkap sinyal elektrik yang dibangkitkan oleh sel-sel otak itu. Otak biologis itu terdiri atas banyak neuron pada sebuah Multi Electrode Array (MEA), yang akan mengomunikasikan dan mengontrol robot melalui koneksi bluetooth. Proyek tersebut yang pertama mengetahui bagaimana otak menyimpan sebuah data spesifik.
Setiap kali Gordon mendekati obyek, sinyal-sinyal yang terkirim membuatnya menghindari tabrakan. Otak biologis memerintahkan roda berbelok ke kanan atau ke kiri. Begitu seterusnya.
Bagi Kevin, pengajar pada School of Systems Engineering, proyek bernilai hampir setengah juta poundsterling yang didanai UK Engineering and Physical Sciences Research Council (EPSRC) itu, memberinya dua kejutan. Pertama, bagaimana otak biologis mampu menggerakkan tubuh robot. Kedua, proyek itu membantu mereka meneliti lebih jauh bagaimana otak belajar dan menyimpan banyak pengalaman.
“Manusia akan tahu bagaimana otak bekerja dan itu akan berdampak pada banyak hal di dunia ilmu pengetahuan dan obat-obatan,” ujarnya. Proyek dimulai 1 Januari 2007 dan akan berakhir 31 Desember 2009.
Aplikasi pengobatan
Bagi tim, kemampuan Gordon bergerak semata-mata karena kemampuan otak biologisnya, bukanlah tujuan akhir penelitian. Lebih jauh, mereka mempelajari kerja otak biologis yang lumayan rumit, di antaranya melalui respons Gordon terhadap berbagai sinyal.
Dari sana, misalnya, para peneliti akan menyaksikan langsung bagaimana ingatan bermanifestasi di dalam otak, ketika Gordon mengunjungi teritori yang dikenalnya.
Pemahaman mengenai hal itu diyakini akan sangat membantu dunia memahami lebih jauh tentang berbagai penyakit yang terkait dengan gangguan otak, seperti alzheimer, parkinson, dan stroke.
Perilaku kompleks
Ahli farmasi yang juga anggota tim, Ben Whalley, mengatakan, ada satu pertanyaan fundamental yang dihadapi para ilmuwan hingga sekarang. Yakni, bagaimana menjelaskan kaitan aktivitas neuron individual dengan perilaku kompleks, seperti terlihat pada banyak organisme.
Bagi Ben, proyek itu memberi mereka peluang unik untuk memahami sesuatu, yang menunjukkan perilaku-perilaku kompleks, tetapi masih berdekatan dengan aktivitas neuron individu. “Ini memberi harapan bahwa kami menuju jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang sangat fundamental tadi”.
Di dunia robotika, pencapaian tim pembuat “Gordon” merupakan kemajuan dari upaya sejenis seperti yang dilakukan pada pertengahan tahun 2005.
Saat itu terinspirasi sistem- sistem biologis, para peneliti mengembangkan miniatur robot yang mampu merakit dirinya sendiri dengan memakai bagian-bagian atau bahan-bahan dari lingkungan di sekitarnya.
Telah lama para peneliti dihadapkan pada pertanyaan bagaimana sel-sel hidup dapat mereplikasi DNA menggunakan materi yang mengambang tak beraturan di dalam inti sel. Hingga kini, upaya semacam itu terus dilakukan.
Seperti halnya Gordon, miniatur robot yang dikembangkan tiga tahun lalu itu juga diarahkan dapat menyadari kekeliruan dan berupaya memperbaiki kesalahannya. Pengembangan robot menggunakan sel-sel hidup tersebut melibatkan tim peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT).
Meningkat pesat
Pengembangan robot tak hanya menantang bagi para peneliti dengan berbagai maksud pengembangannya. Bagi orang awam, robot adalah produk teknologi yang banyak dicari dan dimanfaatkan.
Tahun 2004 lalu, survei tahunan robotika dunia yang digelar PBB menyebutkan, penggunaan robot untuk keperluan rumah tangga dan perkantoran mencapai tujuh kali lipat pada tahun 2007.
Jenis-jenis robot itu, di antaranya, pemotong rumput, pengisap debu, dan pembersih jendela. Akhir tahun 2003, tercatat 607.000 alat bantu otomatis digunakan di tingkat rumah tangga. Jumlah itu baru 2/3 dari total alat bantu pada tahun itu.
Akhir tahun 2007, jumlah tersebut meningkat menjadi 4,1 juta. Pengisap debu menduduki peringkat pertama alat yang dipakai, diikuti lonjakan pesat permintaan robot pembersih jendela dan pembersih kolam.
Di bidang robot mainan, robot anjing AIBO buatan Sony juga sangat diminati konsumen. Sebuah studi mencatat, setidaknya ada 692.000 robot penghibur (entertainment robots) di seluruh dunia.
Gantikan peran manusia
Secara perlahan tetapi pasti, robot mulai menggantikan peran manusia. Dari yang sebelumnya berfungsi di bawah kendali langsung penggunanya, robot beranjak berubah: bekerja mandiri pascapemrograman dengan komputer.
Di perusahaan-perusahaan besar, robot menggantikan tugas manusia, seperti di bidang perakitan produk. Kini, diperkirakan ada 21.000 jenis robot telah digunakan industri (service robot) untuk berbagai tugas, seperti memerah susu sapi, menangani limbah berbahaya dan beracun, hingga membantu mengoperasikan bioskop.
Menurut sebuah studi, akhir dekade ini, robot tak hanya membersihkan lantai, memotong rumput, dan menjaga rumah, tetapi juga membantu golongan lanjut usia dan kaum cacat. Robot juga membedah, menjinakkan bom, memadamkan api, dan memeriksa lokasi yang membahayakan manusia.
Kemajuan teknologi memungkinkan robot-robot melakukan banyak hal yang tak terbayangkan sebelumnya. Robot Gordon berotak biologis menunjukkan hal tak ternilai, menjembatani jurang pemisah antara biologi dan teknologi. (arien novarian)

Jubah Harry Potter

Jubah Harry Potter
Keajaiban jubah milik Harry Potter yang dapat membuat pemakainya tak kelihatan telah menjadi kenyataan. Para ilmuwan telah mengembangkan metamaterial, material pintar yang akan mengarahkan setiap cahaya yang jatuh agar mengelilingi objek yang diselimutinya. Hal tersebut menyebabkan objek yang ada di balik jubah tak terlihat.
Untuk pertama kalinya, para peneliti di Universitas California Berkeley, AS membuat material tersebut dalam struktur tiga dimensi. Artinya, material tersebut kini sudah dapat dipakai untuk membuat jubah menghilang layaknya mirip Harry Potter untuk menyusuri lorong-lorong Hogwarts tanpa diketahui orang-orang di sekitarnya.”Dengan demonstrasi langsung dan elegan ini meningkatkan kemampuan kami untuk mengendalikan dan mengarahkan cahaya sebaik-baiknya,” demikain kesimpulan hasil penelitian Xiang Zhang dan timnya yang akan dimuat dalam jurnal Nature dan Science edisi terbaru.
Material-material serupa yang dikembangkan sebelumnya baru sanggup dibuat dalam struktur dua dimensi yang sangat tipis dan hanya dapat dibuktikan melalui pada riset laboratorium. Tim peneliti lainnya sebelumnya menggunakan plasmons yang mengandung partikel-partikel bermuatan listrik di permukaan logam untuk menyerap cahaya yang jatuh.
Metamaterial yang dikembangkan di Universitas California membiarkan gelombang radio dan cahaya yang mengenainya untuk terus mengalir seperti aliran air di sekitar batuan yang menonjol di permukaan sungai. Material ini merupakan campuran logam dan keramik, teflon, atau serat komposit.
Cara kerjanya lebih canggih daripada teknologi pesawat siluman yang juga membelokkan gelombang ke sudut yang lebar sehingga sulit dikenali radar. Metamaterial membuat cahaya yang jatuh di atasnya selalu dibelokkan sehingga tak pernah memantul. Sebab, sesuai hukum fisika benda hanya terlihat oleh mata jika terdapat cahaya yang dipantulkan benda dan jatuh ke retina mata.
“Material tersebut dapat mengubah penjalaran gelombang elektromagnetik sehingga menghasilkan pantulan ke arah berlawanan,” tulis para peneliti. Material tersebut telah direkayasa sehingga strukturnya memiliki sifat optis yang tidak ditemukan secara alami.
Cahaya tampak hanya salah satu gelombang yang dapat dikendalikan. Jika gelombang elektromagnetik, gelombang radio, inframerah dan sinar X juga dapat dikendalikan, teknologi tersebut sangat berguna untuk berbagai aplikasi dalam bidang teknologi informasi, kedokteran, hingga militer. (arien novarian)

Ponsel Ramah Lingkungan,

Ponsel Ramah Lingkungan,

Perkembangan peredaran ponsel yang begitu cepat secara tidak langsung akan berdampak pada lingkungan. Semakin mudah orang akan membuang ponsel bekasnya dan menggantinya dengan yang baru. Jika ada ratusan, ribuan, bahkan jutaan ponsel bekas yang sudah rusak dan menumpuk di tempat pembuangan akhir, maka bisa menimbulkan pencemaran tanah.
Untuk mengurangi dampak buruk tersebut, para perancang gadget menciptakan ponsel yang dapat didaur ulang. Salah satunya adalah ponsel Bamboo, yang sebagian besar bahan bakunya menggunakan bio-plastik. Material tersebut dikembangkan dari bahan-bahan alami, salah satunya dari jagung. Elemen yang ada di ponsel tersebut seperti papan sirkuit, baterai, dan antena dapat terurai menjadi kompos jika ditanam di tanah.
Nama “Bamboo” dipilih karena ketika ponsel ditanam sebagai kompos, maka bisa mengeluarkan benih bambu yang akan tumbuh menjadi tanaman baru. Yang cukup unik adalah baterainya bisa disetrum dengan cara diremas-remas oleh tangan. Remasan selama tiga menit mampu memberi tenaga untuk menelepon.

Alat Pendeteksi Banjir

Alat Pendeteksi Banjir 

Wah, apa yang sedang dilakukan kawan kita ini, ya? Banyak sekali peralatan yang digunakannya. Ada kaleng, cat, batere, lampu, sedotan, gabus, kabel dan bambu. Kira-kira benda apa yang akan dibuatnya?
Kawan, perkenalkan sahabat kita yang berprestasi ini. Namanya Katili Jiwo Adi Wiyono. Sekolah di SD Negeri 2 Semplak, Bogor, Jawa barat. Meski masih duduk di bangku kelas 5, Jiwo sudah mengukir prestasi hingga ke tingkat nasional lho! Tak tanggung-tanggung, juara 1 lomba pentas kreasi anak.
Dengan alat ini, Jiwo telah mengharumkan nama orang tua dan sekolahnya: alat pendeteksi banjir. Wow, keren sekali, ya! Bagaimana kalau kita perhatikan dia memperagakan eksperimennya.
Semua komponen utama dipasang pada kaleng. dilanjutkan dengan komponen tambahan yang nantinya akan memberikan sinyal bila muka air semakin tinggi.
Lihat kawan! Lampunya menyala. Nah, bila lampu menyala, pertanda bahwa banjir akan segera datang. Maka penduduk sekitar dapat bersiap-siap untuk menyelamatkan diri.
Meski masih sederhana, alat ini sudah bisa digunakan di rumah kita yang rawan terkena banjir. Jiwo pun memberikan saran untuk kalian, agar alat ini berfungsi lebih baik.
“Sebaiknya dikasi sirene, sehingga penduduk akan lebih sadar dan cepat tanggap bila banjir datang,” begitu katanya.
Wah….. canggih ya kawan! Dari peralatan bekas yang ada di sekitar kita, Jiwo bisa memanfaatkannya menjadi sebuah alat yang sangat berguna MKudah-mudahan klian semua bisa belajar dari Jiwo.
Bagaimana, Kawan? Tertarik untuk mulai membuat ekperimen? Jangan takut! Ada pepatah mengatakan, kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Terus berkarya, ya!

Petenis Muda Berbakat Indonesia

Petenis Muda Berbakat Indonesia

Ia harus rela berpisah dengan keluarganya pada usia 15 tahun untuk bersekolah di Akademi Tenis Internasional Bruguera Barcelona, di Negara Spanyol. Pada musim panas tahun ini, ia pulang ke Indonesia untuk bertemu dengan keluarganya.Gabi, nama panggilnya, sudah menyukai tenis sejak ia masih kecil.
Setiap hari Gabi harus melakukan latihan fisik dan teknik bermain tenis dari jam 9 pagi hingga jam 12 siang, setelah itu pada jam 5 sore hingga jam 9.30 malam, Gabi belajar seperti anak sekolah seperti biasa seperti belajar IPA, IPS, dan Matematika. Dan di sekolah tenisnya tidak ada teman dari Indonesia maupun Asia, tapi tidak menjadi ahmbatan untuk Gabi, ia jadi bisa semakin mandiri. Gabi pun fasih menggunakan beberapa bahasa yang digunakan sehari-hari seperti Bahasa Inggris dan Bahasa Spanyol. Orangtua dan kakak Gabi amat mendukung pilihannya untuk bersekolah di Spanyol.
Tadinya Gabi ingin disekolahkan pada sekolah tenis di Negara Australia, namun karena ada sesuatu hal, sang ayah membatalkannya. Sang ayah, H. Witdarmono, kemudian berkunjung ke Eropa untuk mencarikan Gabi sekolah tenis yang juga mengajarkan pelajaran seperti sekolah pada umumnya. Supaya Gabi tidak hanya pintar main tenis tapi juga pintar dalam pelajaran. Meskipun sedang libur, Gabi harus tetap latihan. Jika ia tidak latihan, sekembalinya dari liburan nanti ke sekolah akan diberikan latihan fisik yang sangat berat untuk mengembalikan kekuatan tubuhnya. Untungnya, latihan selama liburan ini selalu ditemani oleh ayah tercinta.
Gabi juga telah mengikuti beberapa turnamen tenis, salah satunya Kejuaraan Tenis se-Catalugna Spanyol dan menempati juara kedua. Untuk menjadi sukses memang dibutuhkan kerja keras dan kemauan. Apalagi jika didukung oleh keluarga dan teman-teman. (Rizki Amelia/Sitra Cahaya)

Mengapa Olahraga Penting? Apa manfaatnya?

Mengapa Olahraga Penting? Apa manfaatnya?

Olahraga tidak dapat mengendalikan atau melawan penyakit HIV, tetapi dapat membantu kita merasa lebih sehat dan melawan berbagai dampak dari HIV dan efek samping obat-obatan yang dipakai oleh Odha
Olahraga yang tidak terlalu berat dan dilakukan secara berkala member manfaat yang sama pada Odha seperti orang lain. Olahraga dapat:
Meningkatkan massa otot, serta kekuatandan ketahanannya
Memperbaiki ketahanan jantung dan paru-paru.
Meningkatkan tenaga sehingga kita merasa segar kembali
Mengurangi stres.
Meningkatkan rasa kesejahteraan.
Meningkatkan kekuatan tulang
Mengurangi kolesterol dan trigliserid
Mengurangi lemak pada perut
Meningkatkan nafsu makan
Memperbaiki pola tidur
Memperbaiki cara tubuhnya memakaidan mengendalikan gula darah (glukosa)

Wanita Pertama di F1?

Wanita Pertama di F1?

Patrick sendiri memang baru saja membuat kejutan dengan menjadi pembalap wanita tersukses dalam sejaraha balapan. Pembalap Amerika Serikat ini baru saja menjuarai balapan IndyCar di Motegi, Jepang, pekan lalu dan mengalahkan Helio Castroneves.
Pembalap wanita berusia 26 tahun ini dianggap Stuck mempunyai kualitas untuk bersaing di Formula One dan menjadi pembalap wanita pertama di Formula One.
“Ini sangat jelas, dengan Danica, Formula One akan dimenangkan Amerika Serikat. Dia cukup bagus untuk tampil di balapan paling bergengsi itu,” ujar Stuck kepada majalah berbahasa Jerman, Sport Bild, Rabu (23/4/2008).
Namun Stuck setuju jika Patrick tetap membutuhkan satu musim di GP2. Selain itu juga perlu dilakukan beberapa tes sebelum dipastikan akan menjadi pembalap Formula One.
Sport Bild kembali menuliskan jika bos Renault Flavio Briatore, dikabarkan telah menghubungi Patrick untuk menunjukkan kebolehannya di atas mobil Formula One.

Sejarah Badminton

Sejarah Badminton

Olah raga yang dimainkan dengan kok dan raket, kemungkinan berkembang di Mesir kuno sekitar 2000 tahun lalu tetapi juga disebut-sebut di India dan Tiongkok.
Nenek moyang terdininya diperkirakan ialah sebuah permainan Tionghoa, Jianzi yang melibatkan penggunaan kok tetapi tanpa raket. Alih-alih, objeknya dimanipulasi dengan kaki. Objek/misi permainan ini adalah untuk menjaga kok agar tidak menyentuh tanah selama mungkin tanpa menggunakan tangan.
Di Inggris sejak zaman pertengahan permainan anak-anak yang disebut Battledores dan Shuttlecocks sangat populer. Anak-anak pada waktu itu biasanya akan memakai dayung/tongkat (Battledores) dan bersiasat bersama untuk menjaga kok tetap di udara dan mencegahnya dari menyentuh tanah. Ini cukup populer untuk menjadi nuansa harian di jalan-jalan London pada tahun 1854 ketika majalah Punch mempublikasikan kartun untuk ini.
Penduduk Inggris membawa permainan ini ke Jepang, Republik Rakyat China, dan Siam (sekarang Thailand) selagi mereka mengolonisasi Asia. Ini kemudian dengan segera menjadi permainan anak-anak di wilayah setempat mereka.
Olah raga kompetitif bulutangkis diciptakan oleh petugas Tentara Britania di Pune, India pada abad ke-19 saat mereka menambahkan jaring/net dan memainkannya secara bersaingan. Oleh sebab kota Pune dikenal sebelumnya sebagai Poona, permainan tersebut juga dikenali sebagai Poona pada masa itu.
Para tentara membawa permainan itu kembali ke Inggris pada 1850-an. Olah raga ini mendapatkan namanya yang sekarang pada 1860 dalam sebuah pamflet oleh Isaac Spratt, seorang penyalur mainan Inggris, berjudul “Badminton Battledore – a new game” (“Battledore Bulutangkis – sebuah permainan baru”). Ini melukiskan permainan tersebut dimainkan di Gedung Badminton (Badminton House), estat Duke of Beaufort’s di Gloucestershire, Inggris.
Rencengan peraturan yang pertama ditulis oleh Klub Badminton Bath pada 1877. Asosiasi Bulutangkis Inggris dibentuk pada 1893 dan kejuaraan internasional pertamanya berunjuk-gigi pertama kali pada 1899 dengan Kejuaraan All England.
Bulutangkis menjadi sebuah olah raga populer di dunia, terutama di wilayah Asia Timur dan Tenggara, yang saat ini mendominasi olah raga ini, dan di negara-negara Skandinavia.
International Badminton Federation (IBF) didirikan pada 1934 dan membukukan Inggris, Irlandia, Skotlandia, Wales, Denmark, Belanda, Kanada, Selandia Baru, dan Prancis sebagai anggota-anggota pelopornya. India bergabung sebagai afiliat pada 1936. Pada IBF Extraordinary General Meeting di Madrid, Spanyol, September 2006, usulan untuk mengubah nama International Badminton Federation menjadi Badminton World Federation (BWF) diterima dengan suara bulat oleh seluruh 206 delegasi yang hadir.
Olah raga ini menjadi olah raga Olimpiade Musim Panas di Olimpiade Barcelona tahun 1992. Indonesia dan Korea Selatan sama-sama memperoleh masing-masing dua medali emas tahun itu.

Negara Asia Pertama di Piala Dunia

Negara Asia Pertama di Piala Dunia

Meski saat itu belum merdeka, Indonesia mengusung nama Nederlandsche Indiesche atau Netherland East Indies atau Hindia Belanda.
Panasnya keadaan di Eropa dan sulitnya transportasi ke Prancis secara tak langsung memberikan keuntungan. Jepang menolak hadir dan memberikan kesempatan bagi Hindia Belanda untuk tampil mewakili zona Asia di kualifikasi grup 12. Lalu Amerika Serikat yang jadi lawan berikutnya menyerah tanpa bertanding.
Jadilah anak-anak Melayu ini melenggang ke Prancis.
Pengiriman kesebelasan Hindia Belanda bukannya tanpa hambatan. NIVU (Nederlandsche Indische Voetbal Unie) atau organisasi sepak bola Belanda di Jakarta bersitegang dengan PSSI yang telah berdiri April 1930. PSSI yang diketuai Soeratin Sosrosoegondo, insinyur lulusan Jerman yang lama tinggal di Eropa, ingin pemain mereka yang dikirimkan.
Namun, akhirnya kesebelasan dikirimkan tanpa mengikutsertakan pemain PSSI dan menggunakan bendera NIVU yang diakui FIFA.
Ditangani pelatih Johannes Mastenbroek, pemain kesebelasan Hindia Belanda adalah mereka yang bekerja di perusahaan-perusahaan Belanda.
Tercatat nama Bing Mo Heng (kiper), Herman Zommers, Franz Meeng, Isaac Pattiwael, Frans Pede Hukom, Hans Taihattu, Pan Hong Tjien, Jack Sammuels, Suwarte Soedermandji, Anwar Sutan, dan kiri luar Nawir yang juga bertindak sebagai kapten.
Pada babak penyisihan, Hindia Belanda langsung menghadapi tim tangguh, Hungaria, yang kemudian meraih posisi runner-up.
Tak banyak informasi yang didapatkan mengenai pertandingan di Stadion Velodrome Municipale, Reims, 5 Juni 1938, tersebut. Pada pertandingan yang disaksikan 9.000 penonton itu, Hindia Belanda tak mampu berbuat banyak dan terpaksa pulang lebih cepat setelah digilas 6-0.
Meski belum menggunakan bendera Merah-Putih, inilah satu-satunya penampilan tim Melayu di Piala Dunia, hingga sekarang! (arien novarian)
sumber : Koran Tempo, 11 Mei 2006